Bulan suci Ramadhan mewajibkan umat Muslim untuk menahan lapar dan haus selama kurang lebih 13 jam setiap harinya. Dalam kondisi perut kosong seharian, banyak orang yang merasa malas untuk bergerak aktif. Akibatnya, kegiatan fisik sering kali dihindari karena takut tubuh menjadi lemas atau membatalkan puasa. Kenyataannya, ketakutan tersebut hanyalah mitos belaka. Melakukan olahraga saat puasa justru sangat disarankan.
Asalkan Anda tahu trik dan batasan tubuh, kebiasaan baik ini justru akan membuat tubuh terasa lebih segar, sehat, dan terhindar dari rasa kantuk yang berlebihan akibat kurang gerak.
Memang benar bahwa ritme tubuh ketika berpuasa sedikit berbeda dibandingkan hari biasa. Meskipun demikian, hal ini tidak menghilangkan segudang manfaat dari aktivitas fisik itu sendiri. Secara umum, rutin bergerak akan sangat membantu Anda dalam menjaga berat badan agar tidak melonjak drastis setelah kalap saat berbuka.
Selain itu, kebiasaan bergerak aktif ini juga ampuh untuk menurunkan risiko berbagai penyakit berbahaya, mulai dari masalah jantung, diabetes, hingga stroke. Bahkan, kepadatan tulang dan otot Anda akan tetap terjaga dari penyusutan. Oleh karena itu, rebahan sepanjang hari bukanlah pilihan yang tepat.
Tips Aman Melakukan Olahraga Saat Puasa
Berikut ini adalah beberapa panduan sederhana yang bisa Anda terapkan agar aktivitas fisik tidak mengganggu jalannya ibadah Anda:
1. Tentukan Jenis Olahraga yang Tepat
Pertama-tama, perhatikan intensitas latihan fisik Anda. Sangat disarankan untuk memilih jenis latihan dengan intensitas yang ringan hingga sedang saja. Contoh kegiatan yang bisa Anda coba adalah berjalan kaki santai di sekitar rumah, melakukan peregangan yoga, atau bersepeda santai mengelilingi kompleks. Anda cukup meluangkan waktu sekitar 30 menit, dengan frekuensi tiga sampai lima kali dalam seminggu.
Sebaliknya, hindari memaksakan diri untuk melakukan latihan berat yang menguras banyak tenaga, seperti angkat beban berlebih atau lari cepat. Jika Anda tetap ingin melakukan latihan berat tersebut, maka sangat disarankan untuk menundanya hingga satu atau dua jam setelah Anda berbuka puasa agar energi tubuh sudah kembali terisi.
2. Pilih Waktu yang Paling Ideal
Selanjutnya, penentuan jam latihan sangatlah krusial. Kapan waktu terbaik untuk melakukan olahraga saat puasa? Jawabannya adalah sekitar 30 sampai 120 menit sebelum waktu berbuka puasa tiba. Dengan demikian, cadangan energi tubuh yang sempat terkuras ketika Anda berkeringat bisa langsung digantikan saat mendengar azan Maghrib.
Di samping itu, hindarilah berolahraga di luar ruangan saat matahari sedang terik-teriknya. Berada di bawah terik matahari sambil membuang tenaga hanya akan membuat Anda kehilangan banyak keringat, yang pada akhirnya memicu kondisi dehidrasi.
3. Jaga Kualitas Asupan Nutrisi Sebelum Olahraga Saat Puasa
Kemudian, perhatikan menu makanan Anda. Menjaga asupan gizi ketika sahur dan berbuka adalah kunci utama agar Anda tetap bertenaga melakukan olahraga saat puasa. Pastikan porsi makanan Anda pas; tidak terlalu sedikit sampai membuat lemas, namun juga tidak berlebihan sampai membuat perut terasa begah dan malas bergerak.
Lebih lanjut, perbanyaklah porsi karbohidrat kompleks ke dalam piring Anda, seperti nasi merah, gandum, oatmeal, atau kacang-kacangan. Makanan jenis ini dicerna jauh lebih lambat oleh lambung, sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama. Tak kalah pentingnya, cukupi juga asupan protein dari telur, daging, atau ikan untuk membantu memperbaiki jaringan otot yang lelah. Sebisa mungkin, jauhi makanan berminyak seperti gorengan dan makanan yang terlalu manis. Dan yang paling penting, jangan pernah sengaja melewatkan waktu sahur!
4. Penuhi Kebutuhan Cairan Secara Maksimal
Sebagai tambahan, minum air putih yang cukup adalah aturan wajib yang tidak boleh ditawar. Anda harus tetap memenuhi standar minimal 8 gelas air putih sehari. Triknya, bagilah jadwal minum tersebut mulai dari waktu berbuka hingga menjelang imsak. Untuk mengembalikan elektrolit tubuh yang menguap bersama keringat, Anda juga dianjurkan minum air kelapa alami saat berbuka.
Akan tetapi, kurangi atau hindari sama sekali minuman yang mengandung kafein seperti kopi, teh pekat, dan soda. Kafein memiliki sifat diuretik, yang artinya zat ini akan merangsang ginjal untuk memproduksi lebih banyak urine. Hal ini tentu saja membuat Anda lebih sering buang air kecil dan mempercepat hilangnya cairan tubuh, yang berujung pada rasa haus yang menyiksa.
Dengarkan Sinyal Tubuh Anda
Kesimpulannya, berpuasa sama sekali bukanlah alasan untuk menghentikan rutinitas menyehatkan Anda. Dengan terus menerapkan panduan olahraga saat puasa secara konsisten, Anda akan merasa jauh lebih sehat dan terhindar dari rasa malas.
Meskipun begitu, Anda adalah orang yang paling mengerti kondisi tubuh sendiri. Apabila di tengah-tengah latihan mendadak terasa lemas yang luar biasa, mata berkunang-kunang, atau pusing parah, segeralah hentikan aktivitas Anda. Jangan pernah memaksakan batas kemampuan diri, karena gejala tersebut bisa menjadi alarm awal bahwa tubuh sedang mengalami hipoglikemia (kadar gula darah merosot tajam) atau dehidrasi akut.